gabemahita

Posts Tagged ‘anak

Belakangan ini pikiran begitu banyak, begitu tinggi, sampai2 hampir lupa untuk berpijak ke bumi kembali. Banyak keinginan yang ingin dicapai, entah memang suatu kebutuhan atau ego semata. Sudah 1 tahun 6 bulan suami tidak mencari nafkah sejak kelahiran anak kedua kami. Ya, memang karena menjaga anak-anak. Dan selama itu pula pastinya pendapatan berkurang. Karena itulah, sekarang menurut kami sudah saat nya suami kembali berkiprah..syah.. entah itu kembali meneruskan karirnya dipertukangan baik bangunan atau mebel, atau mencoba berdagang atau bisnis rental atau travel. Ahh..hal ini lah yang menjadi pergumulan kami saat ini. Walaupun keinginan itu kuat, namun di sisi lain, anakku gimana? Pastinya bakal dititip ke orang, tapi tapi.. hati ini kembali gundah.

Feuuhhh..dari pada mikirin di lingkaran bagaimana menambah rejeki terus, mending aku mencoba meniti semua kepintaran anakku Kevin dulu.

Kevin, si abang barat, si botak (sekarang sedang botak sudah beberapa hari, yang akhirnya memberikan kesan badung di wajahnya hehe), sehat terus yang pasti. Sudah hampir 2 bulan ini tidak ada keluhan sakit setelah sebelumnya sambung menyambung dari demam, batpil, diare, batpil lagi. Kevin yang saa ini sudah mulai berjalan walaupun harus dijaga sepanjang dia jalan, karena masih kurangnya keberanian atau percaya diri nya. Setiap anakku ingin berjalan, dia akan menarik tanganku atau papanya, yang artinya ‘ma/pa, jagain aku ya’. Kemudian aku atau papanya pun akan mengikutinya dari belakang tanpa memegang tubuhnya, namun ketika dia mulai agak oleng, baru kami akan menopang sedikit tubuhnya agar kembali seimbang. Pegal pasti. Namun terbayarkan jika dia sudah mulai lihai dalam berjalan. Ada kalanya Kevin tidak sadar sudah berjalan tanpa dipantau atau berdiri tanpa bersandar. Sesaat kemudian jika fokusnya kembali bahwa dia sedang berjalan atau berdiri sendiri, saat itu pula dia akan gamang dan secepatnya berpegangan atau langsung duduk. Haihhh ..ayo dong,nak, kapan bisanya? Aku dan suami sering berpendapat bahwa Kevin sebenarnya atau semestinya sudah bisa jalan, sebab dia sudah berani naik turun sofa, berjinjit sampai ke ujung kakinya untuk menggapai benda dari ketinggian, sudah berani menggiring sepedanya seperti anak yang sudah bisa jalan. Terserah kamu lah,nak, kami tunggu dengan sabar ya, ketika kita berjalan bersama di suatu saat nanti tanpa dibimbing.

Dua hari yang lalu, ketika kakaknya Cilo minum susu kotak pakai sedotan, Kevin pun seperti biasa mendekati kakaknya seolah minta. Kemudian aku langsung mendekatkan sedotan susu tersebut ke mulutnya, dia pun mulai menggigiti sedotannya hehe. Beberapa kali kami contohkan, akhirnya Kevin mulai bisa menyedot, ahh..aku dengan senangnya tertawa sambal bilang ‘pintar’ dia pun keenakan. Keesokan harinya ketika Kakaknya minum susu kotak lagi, dia pun ikutan minum, menyedot dengan sedotan kali ini lebih baik dan akhirnya Kevin bisa minum pakai sedotan..horeee..good job, anak mama!

Hampir di hari yang sama, ketika kami sedang nonton tivi bareng, aku, papanya, Cilo,Kevin di pangkuanku. Tiba-tiba ada 1 kata keluar dari mulutnya mirip kata ‘doa’, sambil melipat tangan walaupun tidak sempurna untuk sikap berdoa, termangu sebentar mencoba menangkap apa yg dia maksud, aku pun langsung mengucapkan doa singkat seperti ‘Ya Tuhan, berkati Kevin, Ammeenn’, selesai, langsung lipatan tanganya dibuka..Ahh…amazing, bertubi-tubi kepintarannya muncul, membuat kami amaze-lah. Bayi-anak itu memang cerdas, ketika kebiasaan yang dilakukan orang di sekitarnya terutama orang tuanya sudah melekat di pikiranya, anak pasti cepat belajar. Sungguh luar biasa. Makanya kata literature, usia di bawah 5 tahun sebaiknya banyak melakukan stimulasi karena syaraf otak anak sedang berkembang, sangat cepat. Waww…

Tidak bisa dihitung kemajuan-kemajuan yang dilakukan anak, itu semua adalah anugerah. Di atas segalanya, sehat selalu adalah doa terbesar buat anak-anak. Jika anak sudah sakit, pikiran tidak tenang.  Mommy loves both of you, My Cilo Kevin.

Advertisements

Minggu, 21 Desember 2014, adalah perayaan natal anak sekolah minggu di gereja kami. Setelah banjir yang menimpa kami hari Jumat,tanggal 19 sebelumnya, semua rencana berantakan. Baju natal Cilo belum ada. Untungnya hari Sabtu, tanggal 20 nya, air sudah surut, di dalam rumah sudah kering, sehingga kami sudah bisa bersih-bersih. Adek-adekku datang untuk membantu bersih-bersih sehingga pekerjaan melelahkan ini dapat selesai dengan cepat, dan segera aku dan suami beserta putriku, keluar sebentar untuk beli baju natalnya. Benar-benar akhir tahun yang luar biasa.

Sebelum-sebelumya kami sudah mengajarkan anak kami ayat liturginya. Yang awalnya tentang penciptaan pada ayat 1 Kejadian, akhirnya kami pilih nats yang lebih singkat lagi, berhubung Cilo belum bisa bicara dengan jelas di umurnya 2 tahun 8 bulan ini. Akhirnya kami pilih kalimat ‘Allah Maha Besar, Amin’. Cilo memang dapat dengan cepat menghapal ayat tersebut.

Sebelum acara perayaan dimulai, aku sering sekali mengingatkan Cilo, supaya nanti mau maju bersama teman-temannya untuk tampil dan mengucapkan liturginya. Cilo pun selalu bilang ‘iya,ma’. Dalam hati tetap khawatir dia tidak mau maju dan tidak tau apa yang harus diucapkan di depan. Namun, mama nya ini ternyata tidak ingat bahwa anak kecil seumuran batita, memiliki daya ingat dan daya tangkap yang besar. Sungguh hal yang di luar dugaan. Putri kecilku yang tampil dengan dandanan yang imut, mau maju dan mengucapkan liturginya, walaupun aku sendiri tidak paham apa yang dia bilang, selain suaranya agak kecil memang bicaranya juga belum fasih. Ahh…hal yang menakjubkan dapat menyaksikan bagaimana anak dapat mulai bertumbuh. Awal microphone dihadapkan padanya, aku pikir dia langsung mengucapkan ayat yang kami ajarkan. Namun, kok kalimatnya panjang banget? Pikirku. Rupanya kakak sekolah minggu yang memegang microphonenya sekalian menambahkan ayat kejadian 1 tersebut, sampai akhirnya aku mendengar kata ‘Amin’ dari mulut kecil putriku, aku langsung bilang ‘I love you’ sembari melemparkan ‘kiss bye’. Lega campur haru rasanya melihat dia begitu indah di depan dengan tangguhnya dia mau mengucapkan ayat liturginya. Tidak soal kalimatnya jelas apa tidak, yang penting putriku berani tampil dan menunjukkan kemampuannya, hal ini tentunya merupakan kebanggan dan kepuasan tersendiri bagi orang tua manapun.

Dari rombongan anak-anak ini mulai maju, sampai Cilo selesai mengucapkan liturginya, ibu-ibu dan guru-guru sekolah minggunya memberikan komentar yang berarti sama yaitu tumben Cilo mau, yang biasanya cuek dan melakukan kegiatannya sendiri. Tidak lengkap rasanya kalau tidak disertai dengan foto ketika Cilo liturgi. Check it out. !

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Liturgi tanggal 21 Desember 2014