gabemahita

Archive for the ‘Uneg-uneg’ Category

Pagi ini aku bangun masih dengan pikiran yang kalut dan ga jelas. Banyak pembicaraan dalam hati ini, yang bahkan aku pun tidak paham persisnya yang aku inginkan. Setelah aku membaca sebuah cerita yang sangat menginspirasi dari group yahoo Alumni IPB, hati ini tersentuh dan makin tidak jelas apa yang aku mau. Namun, selagi membaca cerita ini, aku pun meniti kembali kisahku dengan suamiku, kenapa kamu begitu sensitif,handa?

Tidak ingin terlalu terlarut dalam perasaan yang tidak jelas ini, yuk, baca ceritanya, semoga bisa menginspirasi untuk lebih menghargai saat-saat bersama orang yang kita cintai :

A Divorce Plan

This story is taken from a FB friend’s note. Read it through and you will
be inspired.

“When I got home that night as my wife served dinner, I held her hand and said, I’ve got something to tell you. She sat down and ate quietly. Again I observed the hurt in her eyes.

Suddenly I didn’t know how to open my mouth. But I had to let her know what I was thinking. I want a divorce. I raised the topic calmly. She didn’t seem to be annoyed by my words, instead she asked me softly, why? Read the rest of this entry »

Bagi yang udah berkeluarga, pasti akan punya perselisihan pendapat dengan pasangannya. Walau itu hal yang sepele sekalipun. Saling lempar kesalahan, merasa diri sendiri yang paling benar. Walapun ketika dalam perselisihan itu kadang kita jg sadar, bahwa kita tidak sepenuhnya benar, namun ego untuk minta maaf atas sekecil apapun kesalahan kita itu sangat tinggi, sehingga urung untuk minta maaf.

Aku juga sering mengalaminya. Rasa ingin selalu benar dan menang, menghambat aku untuk minta maaf pada suami ketika sedang berselisih pendapat. Ketika suami protes dan perkataannya itu ada yang menunjukkan klo aku emang salah, aku tetap tidak mau mengakui nya. Apalagi kalau dalam pertakaannya itu ada hal kecil yang membuat aku juga bersalah, aku akan makin keras kepala.

Selama perselisihan itu sebenarnya ingin sekali berhenti bersuara tinggi, ingin sekali melunak, dan kembali sama-sama mendinginkan pikiran, tapi lagi-lagi rasa tidak puas untuk memojokkan pasangan lebih kuat dan pertengkaranpun berlanjut. Selama itu pula, hati serasa teriris, sakit rasanya melihat suami terluka karna perbuatan ataupun kata-kata sendiri. Ingin rasanya memeluk dan mengatakan maaf, tapi hati sudah panas, niat untuk berbaikan segerapun terhalang.

i am sorry

Selesai bertengkar, masing-masing akan mengambil tempat sendiri-sendiri hehe. Aku biasanya pilih kamar untuk menyendiri, suami di depan sambil nonton, yang aku yakin tidak ada niat lagi untuk menonton :D. Read the rest of this entry »

Postinganku sebelumnya soal susahnya mengurus KTP, sekarang sudah membuahkan hasil.Yang ternyata bisa selesai di luar perkiraanku. Yang awalnya katanya 6 bulan,berkat usaha giatku, berhasil diselesaikan selama sebulan lebih. Senangnya hati ini..hihih…

Aku bilang berkat usahaku hanyalah karena niatku untuk terus mendatangi kelurahan, kecamatan, dan catatan sipil.

Berawal dari ketidaksabaran menungu selesainya KTP klo tidak melakukan tindakan apapun, aku dan suami bertekad mendatangi kepling. Dengan segala basa basi betapa perlunya KTP itu, kami pun disarankan mendatangi kelurahan, untuk menanyakan status pengurusan KTP itu. Karena sudah sore, besoknya kami pun berangkat ke kelurahan. Dengan berdalih yang sama dengan yang aku katakan di kepling, kelurahan akhirnya menyarankan kami ke kecamatan. Karena katanya semua berkas sudah diserahkan ke kecamatanan. Hari itu juga, kami berangkat ke kecamatan, kebetulan kantor kecamatan tidak jauh dari kelurahan.

Hasil percakapan dikecamatan akhrnya membuat kami memaklumi secara tidak wajar bahwa kepengurusan KTP bisa memakan waktu lama. Kenapa tidak,sodara-sodara, pihak kecamatan mengatakan, berkasnya masih dikumpulin, dan belum tau kapan akan diserahkan ke catatan sipil, karena bermaksud untuk diserahkan secara kolektif. Whaat…?  Hal itu membuatku geleng2 kepala. O mi goat..ini orang kerjaannya apa sih, masa pengajuan KTP yang udah lewat sebulan ditahan2 bgitu karena alasan kolektif. Jadi, klo misalnya belum cukup jumlah kolektifnya, bisa aja sampe memakan waktu berbulan2 berkas2 nya ditumpuk begitu saja tanpa ada tindakan dong ya…ampun dah..pak pak.. Read the rest of this entry »

Pagi ini merupakan pagi yang menggelikan buat aku. Kira2 jam 1 dini hari lampu di komplek rumahku mati. Terdengar suara ledakan sebelumnya. Mungkin listriknya korslet ato apalah namanya. Jadi lah semua serba gelap gulita.

Hal yang paling mengganggu pikiranku adalah bagaimana aku akan masak nasi, bagaimana aku akan mandi. Karena aku yakin listriknya pasti belum nyala sampai pagi. Mana mungkin petugas PLN mau brsusah2 memperbaiki saluran listrik dini hari begitu..hmm…

Apa yang aku perkirakan memang kejadian. Karena semalamnya aku ga masak nasi, jadilah pagi ini masak nasi merupakan tragedi pertama. Hufft..berhubung ga punya kukusan, masak nasinya hanya menggunakan panci. karena ga punya arang, mau ga mau, nasi mesti direlakan gosong, ya, nasi mesti kering bukan..? hohohoo..alhasil emang gosong, dan nasi jadi bubur…huh, jadi siang ini aku akan makan nasi berbau gosong deh di kantor..hihihihi. Sempat bersitegang sama suami soal cara masak nasi, ujung2nya dia emang menyetujui caraku ini hahhaha..suami ku emang kadang sok tau dech…:P Read the rest of this entry »

Sedang stuck ngerjain tugas kantor. Perasaan sebelumnya aku sudah berhasil melakukan perhitungan itu, tapi kok sekarang jadi ga bisa ya? *Sigh..

Update blog dulu, curhat dulu, melampiaskan uneg-uneg dulu..huh..Disamping tugas kantor yg aneh, sekarang tiba2 ingat soal pengurusan KTP yang aku pikir ‘abadi’. Maksudnya aku pesimis akan selesai dengan cepat dan mudah sejauh ini. Sejauh ini …ya, sudah ada kira-kira 2 bulan aku dan suami mengurus menyerahkan segala permohonan pembuatan KTP di daerah Lorong Jaya, Mabar, Medan. Yang semua prosesnya sungguh-sungguh membuat hati kesal, sakit hati, makan ati, dan membutuhkan kesabaran ekstra.

Ceritanya begini, awalnya kami memang blum akan pasti untuk tinggal di medan, oleh karna itulah belum mengurus segala surat pindah. Setelah tinggal di medan, kami mendatangi lurah setempat untuk mengajukan permohonan pembuatan KTP. Lurah tersebut bilang syaratnya harus ada surat nikah, surat pindah dari kepala desa, dari catatan sipil dan dari camat. Dan tebak harganya berapa, sodara-sodara setanah air …? Rp. 400.000 dan memakan waktu selama 6 bulan katanya….whattttsss..What tthe hell….. Bayangin, betapa berbelit-belitnya untuk mengurus surat pindah doang. Dari sini aku sudah wanti-wanti kedepannya bakal akan lebih sangat membuat hati panas……dan emang betul juga.

Setelah semua surat sudah ada di tangan (semua surat pindah itu mesti dikirim dari sidimpuan dan tarutung dimana asal kami sebelumnya), kami pun mendatangi kepling (ketua lingkungan ato kepala lingkungan..whatever lah), dan menyerahkan semua persyaratan. Kali ini kami minta bantuan kenalan yang kerja di polisi militer,sampai sekarang kami sudah memberikan uang Rp. 300.000 untuk itu dan akan ditambah lagi Rp.100.000 nantinya. OMG…tidak beda dengan uang utnuk menurus KTP dengan istilah ‘nembak’ :(. Dan hei…belum pasti kapan KTP dan KK nya keluar. Read the rest of this entry »

Sebenarnya aku berniat menulis topik ini 2 bulan yg lalu, dikala semua ini terjadi. Tapi tidak mengapa la ya, yang penting ceritanya tidak hilang hehehe. Anggap saja ini 2 bulan yang lalu ya. 😉

Sejak nikah  rasanya malas update blog. Apalagi saat ini aku sudah mengalami suatu mujizat indah yang dianugrahkan buat kaum hawa..ya, hamil, aku hamil. Sudah hampir 3 bulan kehamilanku :).

Pertama kali aku tahu aku hamil, perasaan campur aduk.  Syok, haru, sedih, bingung memenuhi hari-hariku. Kenapa tidak,jujur aku dan suami berencana mengatur kehamilan kalau sudah 3 bulan pernikahan, ya bukan karna tidak beralasan, dan tentu saja bukan karena aku tidak mau. Rasa kesal di bulan-bulan pertama dan kedua makin menjadi, karena aku mengalami morning sickness.

Mual muntah, menjadi tamu tiap hariku, setia mengunjungiku setiap hari. kalau sudah mual, aku akan berusaha melawannya supaya gak muntah. tapi seharian melawan mual tidak mungkin aku sanggup, karena capek dan letih dan keinginan untuk bebas. ya..bebas, bebas dari penderitaan melawan mual dan ingin mengeluarkan semua kotorannya. Akhirnya muntah tidak terrelakkan lagi. Muntah yang kadang ada campuran darahnya,  mungkin karna tenggorokan sudah luka 😦 . Kalau sudah muntah, badanku akan terasa bener2 tidak bertenaga, pasrah untuk pingsan. tapi syukurlah, aku tidak pernah mengalaminya. Perut dan tenggorokan perih, hingga makan pun jadi malas akibat perih itu. Tapi kalau tidak makan, apa yang akan menjadi sumber tenaga ku? juga bukan hanya aku, tapi demi pertumbuhan janinku. Makan sedikit-dikit, sesekali diam, kemudian kunyah lagi, oh..rasanya tersiksa :(. Read the rest of this entry »

Wooii..temen2, ada info kerja di daerah sumut atau pekanbaru ga? Pliss info dong….

Thanx, mauliate, terimakasih….