gabemahita

Archive for September 2017

Update Tanggal 29 September 2017 :

Kira-kira pukul 09:15 pagi, saya mendapat telp dari mama, firasat ku sudah tidak enak. Betul, kabar itu mengatakan bahwa Opung sudah dipanggil. Opung sudah tidak sakit lagi, opung sudah tenang bersama Bapa di Sorga. Opung sudah dapat bertemu lagi dengan opung godang juga adekku Elsa. Terima kasih Tuhan untuk opung yang baik, berkati kami keturunannya. Amin.

 

14054361_1420748057939447_1705608839180573902_o

Opungku, opung boru dari mama, Roya br. Simbolon, opung yang baik banget untuk cucu-cucu nya. Dahulu ketika aku masih kecil, aku sering ikut opung kemana pun beliau pergi. Pergi untuk keperluan koor ina, aku ikut. Pergi ke pasar abis gajian, aku ikut. Makan makanan di rumah nya, aku pasti dipanggil. ‘Ini bawa ke rumah ya’ katanya. Menghindari amarah orang tua dan menghindari pekerjaan rumah, aku pasti ke rumah opung. Dahulu sebutannya sempat menjadi ‘opung Handa’ , diambil dari namaku. Aku dan adekku si Ida, tidur nya di rumah opung, biar ada yang menemani opung. Malam habis belajar kami ke rumah opung, paginya bangun baru ke rumah lagi untuk beberes.

Kami, terutama aku, paling malas disuruh ke kebun. Ketika melakukan pekerjaan di kebun, aku berharap cepat siang supaya opung panggil kami untuk makan. Sembari bekerja, sudah membayangkan masakan opung di sopo (gubuk di kebun). Biasanya masakannya sayur rebus campur, ada kacang panjang, daun ubi, kangkung, rias, bayam, dll, yang semua nya tentunya diambil dari tanaman sekitar kebun. Untuk lauknya biasanya ikan bakar plus sambal tuk-tuk, atau sambal pati ( ikan teri yang dimasak pakai santan plus andaliman), yang semua ini pastinya pedas menggigit. Masakan opung selalu juara dech. Kembali ke pekerjaan berkebun, nah, sembari bekerja, dalam hati aku berharap opung memanggil kami untuk makan, yang artinya lepas dari pekerjaan yang melelahkan. Satu hal lagi yang aku harapkan supaya berhenti bekerja adalah hujan turunlah.

Di kebun opung, banyak sekali macam tanaman, mulai dari sayur mayur termasuk cabe sampai ke buah-buahan. Buah-buahan ada rambutan, lansat, durian, manggis, jambu biji, pisang, ubi, kemiri, dll. Jika duriannya berbuah, kami bisa makan sambil duduk di bawah pohon rambutan, petik dan langsung makan di tempat, karena pohon rambutannya pendek dan berbuah lebat. Kemudian durian, jika musim durian, kami akan bermalam di kebun untuk menjaga durian. Jika ada durian yang jatuh, kami akan memungutnya. Jika tidak dijaga sepanjang malam, maka pasti durian yang jatuh sudah tidak ada lagi besok nya. Opung sering sekali cerita tentang masa lalu nya. Kami sangat senang mendengar ceritanya. Menikah di umur belasan tahun, perkiraan umur 16 tahun. Perkenalannya dengan opung godang (suami nya), yang lumayan romantis. Opungku menikah dan dikaruniai 4 pasang anak, harusnya 9 orang, namun meninggal 1 orang. Mamaku adalah anak nomor 2. Banyak sekali kenangan bersama opung, berhubung aku pelupa, Cuma sedikit kisah yang bisa aku ceritakan. Pasti beda jika yang cerita adalah si Ida, mungkin akan banyak yang dapat dia ceritakan.

Sekarang opung ku itu sudah kembali seperti anak-anak. Siapa pun tidak dia kenali lagi. Makan harus disuapi, BAB dan BAK pun harus dilayani orang lain. Kelakuannya persis seperti anak kecil, mungkin sama dengan anak ku Kevin yang umur 2 tahun. Saat ini opungku sudah beberapa hari di Rumah sakit, keluhannya sesak, perkiraanku efek dari masa muda nya yang suka merokok. Saat ini lah beliau rasakan sakitnya. Sudah beberapa hari belum ada kemajuan, pesan dokter supaya anak-anaknya melakukan kebaikan saja untuk mama nya itu. Jadi kemaren, tanggal 26 Sept 2017, tulang Juan, Anggi, Sari, mama, tante emi, tante gita dan tante Ana, serta hela nya (suami-suami anak perempuannya) sudah melakukan perjamuan kudus untuk opung. Artinya keluarga sudah merelakan jika Tuhan menjemput opung. Pakaian putih untuk keluarga pun sudah dijahitkan untuk melepas opung nanti. Ya, semua sudah berserah. Berharap opung tidak merasakan sakit itu lagi. Jika Tuhan panggil, opung sudah tenang berada di sisi Bapa, mungkin kah bisa bertemu opung godang dan adekku Elsa? Ya, misteri Ilahi. Terima kasih untuk semua perhatian dan kasihmu kepada kami,opung hasian. Terima kasih sudah melahirkan mama serta tulang tante ku yang baik-baik. Semoga kami tetap saling mengasihi. Semoga kami tetap dapat menjaga nama baikmu. Aku sayang opung, kami semua sayang opung. Berkati kami opung keturunanmu, supaya kami tetap hidup dalam kasih.

Advertisements
Tags:

Facebook & YM

Pengunjung

  • 45,885 hits
Advertisements