gabemahita

Kejang tanpa demam pada anakku

Posted on: March 10, 2016


Saat ini suasana hati sedang tidak baik, pikiran stress. Gimana tidak, baru tadi malam (7 Maret 2016) anakku (9 bulan) diputuskan untuk minum obat selama dua tahun untuk menanggulangi kejang nya. Sedih rasanya mendengar itu dari dokter anak sepsialis neurologi anak tadi malam. Kenapa harus anakku? Kalimat yang selalu teringiang dalam pikiran. Dia begitu lincah, sudah bisa berdiri berpegangan, ceria. Tidak tampak bahwa di dalam dirinya terselubung kelainan otak itu, yang mana kata dokter ada kotak-kotak di bagian otak yang berpotensi terjadinya kejang lanjutan, baik tanpa atau dengan demam.

Kejadian itu bermula pada akhir desember lalu (desember 2015), anakku yang memang sedang pilek namun tetap ceria, juga demam yang naik turun kejang untuk pertama kali nya hanya pada suhu 38,5C. Saat itu aku sedang memangkunya sambal minum susu dari dot. Tiba-tiba badangnya kejang, tangan dan kaki tegang, mulut dikatup, tidak sampai 2 menit, kejang sudah berhenti, dan lemas. Sehabis kejang dia BAB kemudian kembali riang ke sana kemari. Kami langsung membawa ke dokter umum terdekat dan diberi obat demam dan anti kejang.

Dua bulan kemudian, tepatnya tanggal 28 Feb 2016, kejang secara tiba-tiba. Kali ini tangannya tegang dikatup, mata melihat ke atas, namun bagian tubuh dari perut ke kaki tidak tegang, biasa saja. Kami tidak berpikiran dia demam, Cuma dia sedang batuk pilek juga sedang rewel karena tumbuh gigi pertama. Kejang nya juga sedang minum susu dari dot, dan maksimal hanya 1 menit. Berhenti dan dia lemas tertidur sebentar. Kami bawa ke dokter umum terdekat, dikasih obat batuk pilek dan anti kejang. Saat itu juga diukur suhu badannya, hanya 36.9C, alias tidak demam. Bingung dan sedih rasanya. Karena say abaca-baca kejang tanpa demam ini yang berpotensi besar untuk terjadi epilepsy.

Kami pun janjian dengan dokter anak pada hari senennya. Dia menyarankan kami EEG. Karena satu dan lain hal, EEG baru dapat kami lakukan pada hari kamis (3 maret 2016) dan hasilnya kami ambil hari sabtu nya. Karena dokter tersebut tidak bisa kami temui hari itu juga, sedangkan kami sudah ingin sekali tau hasilnya, kami pun mendatangi dokter lain, dokter ini yang merawat anak pertamaku dulu ketika di opname karena diare dan kejang. Saya juga baru ingat sama dokter ini, dokter anak spesialisasi neurologist juga. Sabtu itu juga kami datang ke tempat praktik beliau dengan membawa hasil EEG itu. Namun karena dia tidak bisa baca hasil pastinya karena tidak dapat melihat ke sumber rekaman EEG nya, dia pun menyarankan kami EEG ulang ke RS tempat dia bekerja. Ya tidak apa-apa, demi berharap hasilnya beda dan lebih baik, kami pun EEG kembali pada hari senen, 7 maret 2016.

Tanggal 8 maret 2016 pertama kalinya Kevin minum obat itu. Terbayang selalu masih panjangnya perjalanan kami memberi obat itu pada anak kami, pastinya butuh komitmen yang kuat untuk dapat berhasil. Semoga hanya dua tahun, kalu bisa dapat dipersingkat. Berharap tidak terjadi kejang lagi dalam perjalanan 2 tahun ini, supaya anakku tidak lebih lama minum obatnya. Anakku susah sekali minum obat, kasihan melihat dia harus dipaksa untuk minum obat. Apalagi obat ini harus diminum 2 kali sehari. Tuhanlah yang menguatkan anakku dan menyembuhkannya. Mohon doanya siapa pun yang membaca ini.

Berikut hasil eeg dari kedua RS :

  1. Materna,Medan : Kesan menunjukkan kelainan irritatif difus , komentar gambaran EEG dapat sesuai dengan penyakit konvulsi
  2. Elisabeth, medan: kesan EEG menunjukkan lesi iritatif multifocal

Sayangnya saya belum bertanya apa akibatnya buat anak saya dengan hasil eeg seperti itu. Mungkin nanti konsultasi selanjutnya saya akan tanyakan lebih jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: