gabemahita

Liturgi Pertama Cilo

Posted on: December 22, 2014


Minggu, 21 Desember 2014, adalah perayaan natal anak sekolah minggu di gereja kami. Setelah banjir yang menimpa kami hari Jumat,tanggal 19 sebelumnya, semua rencana berantakan. Baju natal Cilo belum ada. Untungnya hari Sabtu, tanggal 20 nya, air sudah surut, di dalam rumah sudah kering, sehingga kami sudah bisa bersih-bersih. Adek-adekku datang untuk membantu bersih-bersih sehingga pekerjaan melelahkan ini dapat selesai dengan cepat, dan segera aku dan suami beserta putriku, keluar sebentar untuk beli baju natalnya. Benar-benar akhir tahun yang luar biasa.

Sebelum-sebelumya kami sudah mengajarkan anak kami ayat liturginya. Yang awalnya tentang penciptaan pada ayat 1 Kejadian, akhirnya kami pilih nats yang lebih singkat lagi, berhubung Cilo belum bisa bicara dengan jelas di umurnya 2 tahun 8 bulan ini. Akhirnya kami pilih kalimat ‘Allah Maha Besar, Amin’. Cilo memang dapat dengan cepat menghapal ayat tersebut.

Sebelum acara perayaan dimulai, aku sering sekali mengingatkan Cilo, supaya nanti mau maju bersama teman-temannya untuk tampil dan mengucapkan liturginya. Cilo pun selalu bilang ‘iya,ma’. Dalam hati tetap khawatir dia tidak mau maju dan tidak tau apa yang harus diucapkan di depan. Namun, mama nya ini ternyata tidak ingat bahwa anak kecil seumuran batita, memiliki daya ingat dan daya tangkap yang besar. Sungguh hal yang di luar dugaan. Putri kecilku yang tampil dengan dandanan yang imut, mau maju dan mengucapkan liturginya, walaupun aku sendiri tidak paham apa yang dia bilang, selain suaranya agak kecil memang bicaranya juga belum fasih. Ahh…hal yang menakjubkan dapat menyaksikan bagaimana anak dapat mulai bertumbuh. Awal microphone dihadapkan padanya, aku pikir dia langsung mengucapkan ayat yang kami ajarkan. Namun, kok kalimatnya panjang banget? Pikirku. Rupanya kakak sekolah minggu yang memegang microphonenya sekalian menambahkan ayat kejadian 1 tersebut, sampai akhirnya aku mendengar kata ‘Amin’ dari mulut kecil putriku, aku langsung bilang ‘I love you’ sembari melemparkan ‘kiss bye’. Lega campur haru rasanya melihat dia begitu indah di depan dengan tangguhnya dia mau mengucapkan ayat liturginya. Tidak soal kalimatnya jelas apa tidak, yang penting putriku berani tampil dan menunjukkan kemampuannya, hal ini tentunya merupakan kebanggan dan kepuasan tersendiri bagi orang tua manapun.

Dari rombongan anak-anak ini mulai maju, sampai Cilo selesai mengucapkan liturginya, ibu-ibu dan guru-guru sekolah minggunya memberikan komentar yang berarti sama yaitu tumben Cilo mau, yang biasanya cuek dan melakukan kegiatannya sendiri. Tidak lengkap rasanya kalau tidak disertai dengan foto ketika Cilo liturgi. Check it out. !

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Liturgi tanggal 21 Desember 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: