gabemahita

Archive for August 2014

Jaman sekarang dimana semua serba instan termasuk makanan sudah banyak yang diproduksi oleh pabrik, banyak polusi sehingga tidak heran bagi kita mudah jatuh sakit, dan tingkat kematianpun meningkat. Sudah jarang berumur panjang. Untuk itu orang tua jaman sekarang juga berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Sebisa mungkin semua makanan nya serba alami dan masak sendiri demi menghindari sakit. Namun, usaha manusia ada batasnya, belum lagi anak apalagi umurnya masih 2 tahunan,seperti anak saya.

Seminggu ini mulai dari libur bersama lebaran, anak saya tidak bisa dikontrol, baik itu makanan dan aktifitasnya. Karena keluarga datang dan keponakan datang berlibur, maka anakku seperti punya kebebasan, aktifitas dan makanannya, karena sudah serba sibuk di rumah, dan seharian jalan2, panas terik. Hasilnya hari selasa tanggal 29 juli, lebaran kedua, malam harinya, anak saya jatuh sakit, demam dan menceret. Aku terapi di rumah saja, akhirnya pulih, hari kamis. Hal yang membuatku merasa bersalah dan bodoh adalah, baru sembuh dari demam, jumat pagi itu anak saya mandi air dingin. Jadilah demam lagi ditambah dengan muntah.

Saya khawatir sepanjang jumat itu anak saya tidak mau makan, muntah jalan terus. Akhirnya saya bawa berobat ke dokter umum dekat rumah, dikasih paracetamol dan obat diare berupa serbuk, bodohnya aku, aku tidak tau serbuk itu obat jenis apa. Jumat tengah malam,anak saya terbangun dengan keadaan kejang. Tangan dikepal, telapak kaki ditekuk, mulut ditutup rapat dan mata melihat ke atas. Siapa yang tidak panik melihat anak begitu? Sejak dari situ, 3 kali anak saya terbangun sampai pagi, 3 sebanyak itu pula anak saya kejang. Ya Tuhan, apa ini? Sabtu pagi itu langsung saya dan suami ke rumah sakit Stella Maris Medan dan konsultasi dengan dokter anak. Oleh dokter dikasih cairan berupa oralit, obat kejang dan obat muntah menceret. Tidak lupa aku juga menunjukkan obat yang kudapat dari dokter umum sebelumnya. Yang dokter anak ini curigai adalah obat serbuk tersebut. Karena di situ tidak ada tertulis itu obat jenis apa dan menurut dia ada obat yang bisa menyebabkan kejang, jika tubuh pasien tidak dapat mentolerir obat tersebut. Hal ini dicurigai karena saat itu anak saya tidak demam lagi. Sekalian di sana juga test darah untuk cek eletrolitnya, semua baik2 saja. Read the rest of this entry »