gabemahita

Dilema menitip anak pada orang lain

Posted on: August 23, 2013


Seperti biasa, hal sekecil apa pun pasti ku coba tanya om Google dulu. Ingin tau pendapat orang2 di luar sana. Baru dech aku coba sesuaiin dengan keadaanku. Selain coba google, aku juga pastinya berunding dulu sama teman2, baik melalui chatting ataupun langsung. Seperti sekarang ini, sejak punya bayi, aku dan suami masih aja banyak pertimbangan bagaimana menjaga Shiloh, putri kami. Maksudnya, apakah cari pembantu atau titip ke penitipan anak, ataukah terima tawaran orang tua supaya orang tua yang menjaganya. Bahkan sampai sekarang masih banyak pertimbangan, padahal suami sudah punya kelontong kecil2an di rumah, bisa sekalian jaga Shiloh.

Tapi berhubung selama hampir 2 bulan kelontong buka, sepertinya tidak ada tanda2 kemajuan. Apakah suami kerja di luar aja ya? Kalau suami kerja di luar, terpaksa harus orang lain yang jaga, titip ke pembantu / penitipan anak, ataukah titip ke rumah orang tua. Tapi rumah orang tua jauh, 1 hari perjalanan. Memikirkan jauh dari Shiloh saja sudah pusing, apalagi jadi kenyataan ya.. huhuhuh..sedihnya.  Meninggalkan Shiloh ke kantor aja berat, nyampe kantor, langsung kangen Shiloh.

Cari pembantu aja. Pernah punya pembantu, sekalian tinggal di rumah, ulahnya banyak banget. Aku ini orangnya blak2an, tidak suka yang neko2, sekali dua kali dinasehati, ga digubris juga, bye bye dech. Orangnya 1 tahun tamat SMA, masih puber2 nya lah, Cuma aku ga kuat aja, tiap malam harus bukain pintu buat dia sampe jam 11 malam. Habis ngapain coba di luar sampe jam segitu?

Penitipan anak aja. Pernah juga. Cuma ga tega Shiloh sakit pun harus tetap diantar ke rumah yang jaga. Minta tolong brapa hari jaga di rumah aja ga mau. Awal perjanjian kalau keluarga ada yang datang, Shiloh ga usah diantar, dan gaji dipotong. Tapi ketika keluarga datang, dan berapa hari shiloh ga dijagain sama dia, malah ngomong macem2 di belakangku. Bilang Shiloh sekalian ga usah dianter. Males dong begitu. Lagian belom tentu mereka jaga Shiloh sepenuhnya. Pasti kalau mau beresin rumah, Shiloh dibiarin, atau pipis dilama2in ganti celananya. Suamiku pernah beberapa kali dapetin hal kayak gini. Alasannya, baru aja pipis, padahal suamiku bilang, pipisnya sudah dingin. L. Ya udah lah..cut aja, ga dilanjutin lagi dititipnya.

Masih berharap dapat pembantu yang baik, dan mau jaga Shiloh di rumah. Cuma kalau aku pulang kantor, dia boleh pulang ke rumahnya. Sampe sekarang belom dapet2. Memang sih kami tidak pernah mencari dengan serius. Karena seperti yang aku sebutin di atas, suami udah punya usaha sendiri di rumah, sambil jaga Shiloh. Cuma masalahnya sekarang, kurang laku. Bersabar dulu sama kelontongnya sambil memperbaiki pelayanan dan harga jual? Atau cari pembantu serius, dan suami bisa kerja di luar? Masih bingung.

Terus terang, lebih terjamin kalau suami yang jaga anak di rumah. Cuma, kasian suami, dia kan cowok, suami dan bapak dari anakku, punya pride layaknya cowok lain. Bukannya dia tidak bisa cari uang di luar dengan caranya, tapi demi anak kami, harus ada yang mengalah. Smoga kami diberi jalan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: