gabemahita

Suamiku, pahlawanku

Posted on: February 5, 2013


Hampir 10 bulan sudah usia Shiloh, selama itu pula suami menjaga Shiloh di rumah. Pernah memang kami gunakan jasa pembantu untuk jaga Shiloh, tapi seperti pengalaman banyak orang, ada ketidak cocokan dengan pembantu, sehingga diputuskan untuk tidak menggunakan pembantu lagi. Pada saat ada pembantu itu, suami berdagang. Dan harus berhenti ketika pembantu tidak ada. Ya, ini memang sudah keputusan kami sementara ini untuk tidak menyewa pembantu. Alasanya yang utama masih was-was menyerahkan anak ke tangan orang, alasan lainnya, memang belum dapat yang bagus.

Mungkin ada orang yang sekarang menganggap bahwa Suami tidak bisa menafkahi anak istri. Suami ada di bawah ketiak istri. Suami jadi istri. Suami ga jantan. Dan sebagainya. Tapi ketahuilah, bahwa yang terbaik buat kami, kamilah yang tau. Untuk saat ini, keadaannya boleh begini dulu. Tapi, kami juga tidak punya cita-cita untuk tetap seperti ini. Demi anak harus ada yang berkorban. Dan suamiku berkorban. Dahulu dia bukannya tidak punya pekerjaan. Dahulu dia bukannya tidak bisa cari duit. Dia melepas pekerjaannya  karena aku, supaya aku bisa meniti karir. Tapi sekali lagi, begini dulu. Demi anak.

Aku salut pada suamiku. Dia sanggup merawat anak kami sekaligus bersih2 rumah. Sekarang anak kami sedang recok-recoknya. Pergi sana sini. Maunya jangan dilarang. Pasti yang lain taulah bagaimana repotnya jaga bayi. Aku sendiri sebagai mamanya, kewalahan sebenarnya. Dan kalau suami keluar rumah, aku pasti gampang emosi jaga anak. Gimana suamiku ya? Suami ku sejauh ini baik2 saja menjaga anak kami. Bahkan menurutku dia lebih telaten. Dia lebih rajin juga menjaga kebersihan rumah. Kalau aku, masih ada malesnya hanya sekedar gantung baju setelah ganti baju sehabis kerja.  Pengakuan dia, anak kami ga cengeng selagi dia yang jaga. Tapi kalau aku sudah di rumah anak kami keliatan manjanya. Maunya nyusu dan nempel mulu sama mamanya. Apa karena efek kangen ya? Hehehe.

Untuk kedepannya, pengen banget bangun usaha di rumah atau di ruko yang ada tempat buat anak kami. Supaya suami bisa sekalian pantau walaupun mesti dijagain sama pembantu. Namun karena modal belum ada, sementara ya begini dulu dech. Mudah-mudahan, dikasih jalan secepatnya. Supaya suami juga tidak kelamaan diam di rumah. Kasian juga. Belum lagi, kebutuhan makin lama makin mahal. Bukan hanya kebutuhan suami istri, tapi juga kebutuhan anak yang paling utama. Yup… S E M A N G A T! Kita pasti bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: