gabemahita

Menyambut Natal

Posted on: December 12, 2012


Desember musim penghujan. Musim demo pula. Yang paling spesial, segala momen natal dong, mulai  dari pernak perniknya, pohon natalnya sampai ibadah natalnya dengan ‘Silent Night’-nya. Lagu-lagu natal sudah mulai dikumandangkan. Aku juga mulai hunting mp3 natal. Belum lagi mempersiapkan segala sesuatu buat pulkam ke tarutung dan sidimpuan. Tidak seperti dulu saat masih tinggal di Jakarta sekitarnya * nah lo, emangnya nomaden ya hihihih, mesti mikirin ongkos pesawat yang mahal, abis itu mesti naik travel lagi ke kampung. Sekarang dengan ongkos di bawah 100rb, sekali naik travel, sudah nyampe ke kampuang. Ini Medan,bung…hihihih.

Ada yang beda dengan natal tahun ini. Sesuatu yang tentunya sangat spesial buat aku dan suami. Natal kami, Shiloh. Natal pertama bareng Shiloh cantik. Sesuatu yang berasal jauh dari hati atau roh ku, merasakan hal yang mulia, yang berkat, yang besar, dengan hadir nya anak kami. Terimakasih,Tuhan, untuk kado natal ini.

Natal kali ini pun, jadi kali pertama Shiloh akan menginjakkan kakinya di rumah opung2nya. Bertemu dengan keluarga yang lain. Pasti rame deh nanti, perasaan ku bisa aku bayangkan saat dimana kami sudah bertemu dengan keluarga di kampung, dengan aku membawa anakku. Semua pasti senang .

Tapi, berhubung dompet minus dan kering, ga bisa nih bawa oleh2 buat ponakan dan adek2. Cuma bisa bawa kueh. Maklum banyak sekali pengeluaran dalam 3 bulan ini. Tapi itu semua adalah kebahagiaan buat keluarga kecilku. Dengan kami sampai dengan selamat dan bertemu dengan keluarga, sudah cukup membahagiakan, tanpa harus ada embel2 oleh2 yang wah…*menghibur diri.

Well..selamat menyambut natal ya. Semoga natal kali ini makin membawa berkat dan kedamaian di hati kita masing2, dan juga di bumi. Amen.

1 Response to "Menyambut Natal"

Suatu ketika saya juga mengalami kehilangan, tapi yang satu ini sangat berat bagi saya dan keluarga saya, , karena yang ini bukan kehilangan harta benda, tapi kehilangan Ibu saya di usia saya yang masih sangat kecil. Secara langsung kondisi itu langsung merubah kehidupan keluarga saya. Kehilangan yang berikutnya juga membuat keluarga saya cukup berduka karena kk ipar saya yang saat itu sedang mengandung 3 bulan terpaksa harus kehilangan janin yang dikandungnya karena keguguran. Walaupun bayi itu belum ada, namun kami sudah sangat menyayangi bayi yang ada di dalam perut tesebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: