gabemahita

Haruskah bertahan??

Posted on: July 12, 2012


Pernahkah kamu membayangkan akan bagaimana hidupmu kelak? Atau lebih spesifik lagi aku tanyakan, pernahkah kamu berpikir pasanganmu yang sekarang bersikap sangat manis dan memperlakukan kamu dengan sangat baik, sehingga kamu pun terlena akan perhatian dan cinta yang dia berikan, hilang begitu saja? Hari-harimu menjadi semakin suram. Mungkin bukan kamu saja, tapi anak-anakmu mengalami kesuraman itu.

Saat ini aku sedang resah, sedih, feel sorry, memikirkan salah satu anggota keluargaku mengalami hal di atas. Kurang lebih seperti itulah yang aku gambarkan. Memang aku tidak bicara langsung dengannya, namun sebagai manusia, sebagai wanita, dan sebagai ibu, paling tidak aku dapat merasakan pilu di hatinya. Teriris dan perih akibat luka itu. Luka yang bukan hanya di fisik, namun dalam batin. Mungkin kalau aku menjadi dia, aku tidak akan sanggup sejauh ini.

Ya, memang mungkin saja itu bukan hanya salah pasangannya, namun juga salah dia. Tetapi dengan luka luar dalam seberat itu, tidak pantas diterima dari laki-laki yang katanya menyayangi kita, dan bahkan bapak dari anak-anak kita. Sudah keterlaluan, kalau kita tidak bisa hidup tenang di rumah kita sendiri, bersama anak-anak dan pasangan, sepertinya setiap hari jiwa terasa tidak tenang, dan bisa dibilang terancam.Menurutku kita semua setuju.

Sudah terlalu sering memaafkan, sudah terlalu sering menerima perilaku simpatik dan kata-kata maaf, namun pada akhirnya menjadi lebih buruk. Ya..lebih buruk, lebih buruk orangnya, juga hidup bersamanya. Kalau aku bisa menggambarkan isi hati dan perasaan saudaraku itu, pasti ingin sekali rasanya dia terbang bebas di luar sana, melepas semua kepenatan itu. Demikian juga aku, mungkin sudah dari dulu aku melepas dia, melepas janji setia yang dulu diucapkan berdua di depan altar. Biarlah anak-anak bersamaku, biarlah aku menjadi single parent, biarlah aku yang menopang semua keluh kesah anak-anakku, asal bisa jauh dari ancaman jiwa. Ya..sekali lagi aku bilang, ancaman jiwa.

Aku tidak bisa lagi berkata banyak, saat ini nafasku tertahan, hanya memikirkanmu. Dan semakin prihatin ketika aku mendengar kabar Jodi kecelakaan dan sekarang masih di rumah sakit. Sementara orang tua tidak pernah berhenti berseteru.Ya,teman, Jodi adalah anaknya yang belum genap 3 tahun menurutku. Semoga apapun keputusanmu, diberkati oleh Tuhan yang selalu siap sedia menopangmu dalam suka dan dukamu. Doaku selalu bersamamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: