gabemahita

Archive for July 2012

Tanggal 5 Juli kemaren, merupakan ulang tahun pernikahan ku. Berarti sudah lebih dari 1 tahun kami menjadi suami istri. Selama setahun ini, sudahlah banyak hal yang kami pelajari tentang sifat satu sama lain. Tidak bisa dipungkiri banyak masalah, namun kami masih bisa melewatinya. Sampai sekarang kami sudah diberkati melalui putri kami, Shiloh.

Selama setahun itu pula, aku dikuatkan dan disabarkan menanti tambahnya rejeki kami lewat suamiku. Terus terang tidak bisa nabung banyak untuk buka usaha impian. Namun semua diberi jalan oleh Bapa. Ada sedikit rejeki dari mertua, dan sedikit tabungan. Untuk merintis kecil-kecilan sudahlah cukup, walaupun belum sesuai impian kami khususnya suamiku. Namun setiap pertarungan hidup untuk lebih baik, bukankah dimulai dengan hal kecil? Tuhan melihat ketulusan hati orang, dan semuanya akan ditambahkan.

Saat ini aku hanya bisa mendukung dan berdoa buat suamiku, agar bijak dan cerdas dalam bekerja, belajar dimanapun dia berada dengan apapun yang dia lakukan dan dia lihat. Ayo,suamiku, kamu pasti bisa. S E M A N G A T !

Shiloh tepat 3 bulan, 15 Juli 2012

Tanggal 15 Juli, tepat 3 bulan sudah, Shiloh cantik ku :). Kebetulan juga ompung tumorangnya lagi di rumah. Sehat selalu ya,nak. Bertumbuhlah jadi anak yang takut akan Tuhan, hormat orang tua, dan jadi anak yang membanggakan. Love you in every breath that mom take. :).

 

Hmm..jadi nyadar nih, hari pertama aku masuk di kantor ku yang sekarang tanggal 15 Juli. Shiloh lahir tanggal 15 April..sama-sama tanggal 15. Smoga pertanda baik..heheh..*ngawurdotcom

Pernahkah kamu membayangkan akan bagaimana hidupmu kelak? Atau lebih spesifik lagi aku tanyakan, pernahkah kamu berpikir pasanganmu yang sekarang bersikap sangat manis dan memperlakukan kamu dengan sangat baik, sehingga kamu pun terlena akan perhatian dan cinta yang dia berikan, hilang begitu saja? Hari-harimu menjadi semakin suram. Mungkin bukan kamu saja, tapi anak-anakmu mengalami kesuraman itu.

Saat ini aku sedang resah, sedih, feel sorry, memikirkan salah satu anggota keluargaku mengalami hal di atas. Kurang lebih seperti itulah yang aku gambarkan. Memang aku tidak bicara langsung dengannya, namun sebagai manusia, sebagai wanita, dan sebagai ibu, paling tidak aku dapat merasakan pilu di hatinya. Teriris dan perih akibat luka itu. Luka yang bukan hanya di fisik, namun dalam batin. Mungkin kalau aku menjadi dia, aku tidak akan sanggup sejauh ini.

Ya, memang mungkin saja itu bukan hanya salah pasangannya, namun juga salah dia. Tetapi dengan luka luar dalam seberat itu, tidak pantas diterima dari laki-laki yang katanya menyayangi kita, dan bahkan bapak dari anak-anak kita. Sudah keterlaluan, kalau kita tidak bisa hidup tenang di rumah kita sendiri, bersama anak-anak dan pasangan, sepertinya setiap hari jiwa terasa tidak tenang, dan bisa dibilang terancam.Menurutku kita semua setuju.

Sudah terlalu sering memaafkan, sudah terlalu sering menerima perilaku simpatik dan kata-kata maaf, namun pada akhirnya menjadi lebih buruk. Ya..lebih buruk, lebih buruk orangnya, juga hidup bersamanya. Kalau aku bisa menggambarkan isi hati dan perasaan saudaraku itu, pasti ingin sekali rasanya dia terbang bebas di luar sana, melepas semua kepenatan itu. Demikian juga aku, mungkin sudah dari dulu aku melepas dia, melepas janji setia yang dulu diucapkan berdua di depan altar. Biarlah anak-anak bersamaku, biarlah aku menjadi single parent, biarlah aku yang menopang semua keluh kesah anak-anakku, asal bisa jauh dari ancaman jiwa. Ya..sekali lagi aku bilang, ancaman jiwa.

Aku tidak bisa lagi berkata banyak, saat ini nafasku tertahan, hanya memikirkanmu. Dan semakin prihatin ketika aku mendengar kabar Jodi kecelakaan dan sekarang masih di rumah sakit. Sementara orang tua tidak pernah berhenti berseteru.Ya,teman, Jodi adalah anaknya yang belum genap 3 tahun menurutku. Semoga apapun keputusanmu, diberkati oleh Tuhan yang selalu siap sedia menopangmu dalam suka dan dukamu. Doaku selalu bersamamu.

Dahulu saat belum nikah, di saat umur sudah beranjak 20-an, saat itu pula aku sudah mulai bertanya-tanya dan mencari, dimana dan siapakah  nanti pria  yang akan menjadi pendamping hidupku. Terpikat dengan cowok yang 1, dengan ketampanannya dan kejantanannya, ingin hati jadi pacarnya, apakah dia ? Terpikat dengan cowok yang lain, pinter, oleh karena itu agak sombong, ingin jadi pacarnya juga. hmm…

Tapi semua perjalanan itu, berakhir kepada seorang pria yang sudah sejak smp dikenal, namun tidak dekat. Sampai di saat tanggal 5 Juli 2011 lalu, tersadar dari semua memori itu, ternyata aku sudah bersimpuh di depan altar Tuhan, untuk mengucap janji sehidup semati bersama dengan pria itu. Pria yang dulu sampai detik itu pun tidak disangka sudah menjadi suamiku, bahkan bapak dari bayi Shiloh-ku.

Tepat hari ini, tanggal 5 Juli 2012, ulang tahun 1 pernikahan kami serasa jiwa tertegun. Sudah 1 tahun kah aku menikah dan tinggal bersama pria ini? Pria ini pula yang sudah memberiku bayi mungil ku. Begitu cepat waktu berlalu. Hati bahagia, namun ada rasa cemas juga. Tuhan, mampukan kami menjalani bahtera rumah tangga kami, lebih dan lebih lagi nantinya. Mampukan kami selalu saling menyayangi lebih dan lebih lagi, seturut bertambahnya umur kami. Mampukan kami menjadi orang tua yang baik dan bijaksana buat anak2 kami nantinya. Biarlah engkau membimbing anak2 kami. Beri juga kami panjang rejeki ya Tuhan, dengan caramu sendiri. Dan terutama, ampuni kami di segala khilaf dan kesombongan kami, mampukan kami untuk selalu dekat pada Mu ya,Bapa. Amen..

Menuju altar

Menuju altar

Happy Anniversary, my beloved husband (Bapak Shiloh). Love u.

Menuju altar

Menuju altar