gabemahita

Lahirnya Shiloh

Posted on: May 15, 2012


Sudah hampir tiba waktunya, waktu yang ditunggu2 selama kurang lebih 9 bulan mengandung, saat dimana buah hatiku akan lahir ke dunia. Iya, aku teringat saat2 itu, perasaan bercampur aduk, senang, khawatir, dan takut.

Bermula dari tanggal 11 april, dini harinya, aku terbangun karena ingin ke kamar mandi, perut terasa sangat perih, seperti mau haid. Aku lihat ada bercak coklat bersampur lendir, o God, apa sudah waktunya? Namun rasa perih itu sudah hilang, akhirnya aku putuskan tetap ke kantor. Setiba di kantor, perut terasa lebih sakit lagi, dan bercak itu semakin banyak. Aku pun ijin pulang.

Aku dan suami langsung periksa ke bidan, dan langung periksa dalam, ternyata belum ada pembukaan.  Sampai tanggal 13, kontraksi semakin sakit saja, bercak coklat berganti darah, paginya kami langsung ke bidan, ternyata sudah pembukaan 5, dan perkiraan paling lambat sore pembukaan akan lengkap. Aku dan suami senang  banget, karena sebelumnya kami selalu berharap ada pembukaan setiap aku merasa lebih sakit. Namun apa dikata, sampe malam pun, pembukaan belum nambah2, dan kontraksi tidak sehebat sebelumnya. Padahal katanya kontraksi makin lama akan semakin hebat dan pembukaan akan bertambah secara teratur dan semakin cepat, apalagi sudah mencapai pembukaan 5. Aku semakin ga sabaran, simatua makin mendesak agar bidannya dipanggil tiap kali aku sakit. huuffttt.

Baru tanggal 14 malam kira2 jam 8, bidan ku datang ke rumah, dan melakukan pemeriksaan dalam lagi. Pembukaan udah bertambah jadi 7.  Kira2 jam 10 malam itu juga, pembukaan jadi 8. Aduh kalau lambatnya begini, bisa2 aku minta di infus (maksudnya, supaya pembukaan bisa dirangsang lebih cepat), namun bidan belum setuju, karna nanti aku  kelamaan nahan sakit. Dari jam 10 itu sampe jam 2 dini harinya tanggal 15 april, bidan masih di rumah ku, belum ada kemajuan. Bidanku pun pulang, aku makin resah, kenapa bisa selambat ini.

Seterusnya kontraksi semakin sakit saja, namun sangat jarang, tidak sesering sebelumnya. Aku sampai gemetaran menahan sakit. Aku pun sudah ga bisa tidur. Kira2 jam 4.30 aku minta bidan datang lagi, aku bilang aku sudah ga tahan, minta diinfus aja. Jam 5 aku periksa dalam lagi, pembukaan udah 9. Jadi klo pun aku diinfus, aku pun sudah ga terlalu lama nahan sakit lagi, bidan pun setuju untuk memberikan infus.

Reaksi infus ternyata ga butuh waktu lama, tepat jam 6 aku sudah kontraki lagi, lebih hebat lagi, perasaan ingin mengejan seperti mau BAB semakin kuat, akhirnya pembukaan udah 10. Perjuanganpun dimulai. Ternyata mengejan tidak segampang yang aku bayangkan sebelumnya. Perlu teknik yang jitu, pelan tapi pasti, artinya, nafas harus disiapkan, dan ditekan ke arah bawah. Tidak seperti yang aku lakukan, aku malah mengejan cuma sampai ke daerah leher, hasilnya aku malah lebih gampang capek, muka merah. Tenaga semakin habis, aku semakin pesimis melalui proses melahirkan itu, bahkan aku bilang sudah ga kuat lagi. Namun bidanku sungguh sabar, dia selalu memberi semangat klo aku pasti bisa. Aku diberi minum susu disela2 istirahat sebelum kontraksi datang untuk menambah tenaga. Kaki pun tidak mau berkompromi, sering sekali kram, suamipun membantu mengurut kakiku, tidak jarang bidanpun ikut mengurut kakiku.

Ganti posisi jongkok pun aku lakukan siapa tau bisa mempermudah turunya bayiku. Namun tetap aja ga bisa. Semakin lama aku semakin lemas, semakin ingin rasanya menyerah. Namun tetap saja bidanku sabar dan semangat. Kira2 jam 8 bidan ku bilang jidat dan rambut bayiku sudah kelihatan. Semangatku pun semakin besar. Serasa Lubang vaginaku diperbesar oleh bidan untuk mempermudah keluarnya bayiku. Aku sudah ga bisa ngebayangin, bagaimana keadaan vaginaku saat itu, O God, sungguh perjuangan yang membutuhkan mental kuat dan semangat kuat, hidup dan mati dipertaruhkan. Sesaat terbayang saat  mama dulu melahirkan aku. Begini sakitnya, begini perjuangannya, namun aku sudah banyak membuat mama sakit hati.

Kepala bayiku masih maju mundur dalam jalan lahir. Aku semakin kuat mengejan. Dengan sisa tenagaku, aku ingin semuanya berakhir, semakin lama semakin kuat. Bidanku makin memberi semangat bahwa bayinya akan keluar. Akhirnya tepat jam 9, aku mendengar suara tangisan bayi. Aku melihat bayiku keluar dan sudah dalam pegangan bidan. Ternyata bayiku kelilit tali pusar sepanjang bahu sampai ke perut, seperti memakai selendang. Mungkin gara2 kelilit tali pusar juga yang membuat bayiku susah keluar pikirku. O God, sungguh besar kuasamu. Bayiku sudah lahir, dia sangat sehat, tangisannya sangat indah. Rasa sakit seperti hilang begitu saja. Bayiku seperti mujizat dalam hidupku. Namun ada yang lucu, suamiku malah bengong, bukannya memberi ciuman atau pelukan buat aku, mungkin shock menyaksika semuanya hihiihi. Malah mertuaku yang langsung mencium keningku sesaat dia masuk ke kamar.  Selanjutnya bayiku langsung diterungkupkan di dadaku. Begitu indah, begitu lucu, dia mencari2 puting susu. Aku peluk dan aku cium. Bidan masih melakukan sisa2 tugasnya di bawah sana, mengeluarkan ari2 dan menjahit sobekan area perineum ku sebanyak 6 jahitan.

Wah…setelah semuanya selesai, plong rasanya, serasa semua beban terangkat. Mendapatkan hadiah dari Tuhan, berupa bayi yang lucu, merupakan hal terindah dalam hidupku. Tinggal selalu berusaha dan berdoa dapat menjadi orang tua yang baik buat anakku. Bayi ku aku beri nama Shiloh Indah br.Hutabarat, tidak seperti yang aku ceritakan di postingan sebelumnya. Shiloh artinya hadiah dari Tuhan. Bagus kan…?😀. Smoga nama yang cocok buat anakku sampai seterusnya.

Shiloh sesaat setelah lahir

Nama : Shiloh Indah Br. Hutabarat

Tgl Lahir: Minggu, 15 April 2012

BB :3.5 Kg

TB:48 Cm

Jenis Kelamin : Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: