gabemahita

Maafkan aku,sayang

Posted on: January 20, 2012


Bagi yang udah berkeluarga, pasti akan punya perselisihan pendapat dengan pasangannya. Walau itu hal yang sepele sekalipun. Saling lempar kesalahan, merasa diri sendiri yang paling benar. Walapun ketika dalam perselisihan itu kadang kita jg sadar, bahwa kita tidak sepenuhnya benar, namun ego untuk minta maaf atas sekecil apapun kesalahan kita itu sangat tinggi, sehingga urung untuk minta maaf.

Aku juga sering mengalaminya. Rasa ingin selalu benar dan menang, menghambat aku untuk minta maaf pada suami ketika sedang berselisih pendapat. Ketika suami protes dan perkataannya itu ada yang menunjukkan klo aku emang salah, aku tetap tidak mau mengakui nya. Apalagi kalau dalam pertakaannya itu ada hal kecil yang membuat aku juga bersalah, aku akan makin keras kepala.

Selama perselisihan itu sebenarnya ingin sekali berhenti bersuara tinggi, ingin sekali melunak, dan kembali sama-sama mendinginkan pikiran, tapi lagi-lagi rasa tidak puas untuk memojokkan pasangan lebih kuat dan pertengkaranpun berlanjut. Selama itu pula, hati serasa teriris, sakit rasanya melihat suami terluka karna perbuatan ataupun kata-kata sendiri. Ingin rasanya memeluk dan mengatakan maaf, tapi hati sudah panas, niat untuk berbaikan segerapun terhalang.

i am sorry

Selesai bertengkar, masing-masing akan mengambil tempat sendiri-sendiri hehe. Aku biasanya pilih kamar untuk menyendiri, suami di depan sambil nonton, yang aku yakin tidak ada niat lagi untuk menonton😀. Dalam keadaan sendiri-sendiri itu pula, air mataku akan bercucuran, bukan karena aku sedih karena suamiku ga mengalah, tapi karena aku sudah menyakiti hatinya.’Aku mencintainya,Tuhan, maafkan aku jika sudah melukai hatinya’ ucapku dalam hati. Aku tidak mau dia berfikiran klo aku merendahkan dia.

Biasanya ya, sejauh yang aku lihat, cowok kalau sehabis bertengkar sama pasangannya, akan pergi dari rumah, cari suasana baru untuk meredakan amarah. Tapi suamiku tidak akan pernah meninggalkan aku sendiri di rumah sehabis itu. Mungkin karena sekarang aku lagi hamil, ditambah aku tau dia sangat sayang sama aku heheh..dan sejauh yang aku pahami, dia tidak akan berlama-lama membiarkan keadaan tegang seperti itu. Menurutku dia tidak tahan diam-diaman, sering dia curi-curi pandang kalau aku keluar kamar, dan mencoba tersenyum. Atau bahkan, kalau aku ga keluar-keluar, dia akan pura-pura masuk kamar, dan ingin mengambilkan sesuatu, tapi akhirnya dia malah memelukku..hihihihi, dan aku awalnya akan sok jual mahal.😀.

Kalau sedang di kantor, tidak sabar rasanya buat cepat-cepat pulang, dan ketemu suami. Mencubit perut buncitnya, megangin daun telinganya, mengejekknya dan memeluknya🙂. Seperti saat ini, ingin rasanya cepat-cepat pulang, maklum, semalam kami baru baikan hehe. Aku rasanya sudah banyak menyakiti hatinya. Aku ingin menang sendiri dan keras kepala. Dan karena itulah, nanti aku akan minta maaf atas semalam, dan maaf selalu buat masalah. Tapi yang pasti akan ada perselisihan selanjutnya :d. Toh dengan berbagai masalah juga kita bisa saling belajar lebih dalam lagi tentang pribadi masing-masing. Ya kan..?😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: