gabemahita

Archive for November 2011

Pagi ini merupakan pagi yang menggelikan buat aku. Kira2 jam 1 dini hari lampu di komplek rumahku mati. Terdengar suara ledakan sebelumnya. Mungkin listriknya korslet ato apalah namanya. Jadi lah semua serba gelap gulita.

Hal yang paling mengganggu pikiranku adalah bagaimana aku akan masak nasi, bagaimana aku akan mandi. Karena aku yakin listriknya pasti belum nyala sampai pagi. Mana mungkin petugas PLN mau brsusah2 memperbaiki saluran listrik dini hari begitu..hmm…

Apa yang aku perkirakan memang kejadian. Karena semalamnya aku ga masak nasi, jadilah pagi ini masak nasi merupakan tragedi pertama. Hufft..berhubung ga punya kukusan, masak nasinya hanya menggunakan panci. karena ga punya arang, mau ga mau, nasi mesti direlakan gosong, ya, nasi mesti kering bukan..? hohohoo..alhasil emang gosong, dan nasi jadi bubur…huh, jadi siang ini aku akan makan nasi berbau gosong deh di kantor..hihihihi. Sempat bersitegang sama suami soal cara masak nasi, ujung2nya dia emang menyetujui caraku ini hahhaha..suami ku emang kadang sok tau dech…:P Read the rest of this entry »

Saat ini di kala hari begitu mendung dengan hujan rintik2, sebelum makan siang di kantor, aku mencoba melepas kepenatan pikiran dan raga sejenak dengan menulis postingan ini. Hah…mata perih, pikiran penuh dengan bulatan-bulatan, panah, kotak dan text..ya, aku sedang mengerjakan DFD untuk sistem kami…

Disamping kepenatan ini, perasaan juga sedang ya lumayan ok lah, dengan berkurangnya air ludah. Seperti yang aku critain di postingan sebelumnya, semenjak hamil, produksi air ludahku meningkat. Namun sekarang, sudah beberapa hari, aku sadari aku sudah mulai jarang meludah..asyiik…hari2 serasa lebih ringan. Tidak ada lagi tempayan kecil di rumah untuk tempat ludah, hanya sesekali plastik kresek aku ambil kalau air ludah agak susah ditelannya.. :).

O iya, aku juga baru pindah rumah kontrakan nih, dengan harga murah bgt, lengkap dengan perabot. Emang sih lebih jauh dari tempatku sebelumnya, cuma ini lebih tenang, lebih damai rasanya, tidak mikirin beli perabot dulu, uangnya bisa ditabung dulu buat kredit rumah ntar heheh…Doain ya, biar bisa hemat, dan rumah serta modal usaha suami bisa tercapai. Amin..God bless my lil fam..:).

Sedang stuck ngerjain tugas kantor. Perasaan sebelumnya aku sudah berhasil melakukan perhitungan itu, tapi kok sekarang jadi ga bisa ya? *Sigh..

Update blog dulu, curhat dulu, melampiaskan uneg-uneg dulu..huh..Disamping tugas kantor yg aneh, sekarang tiba2 ingat soal pengurusan KTP yang aku pikir ‘abadi’. Maksudnya aku pesimis akan selesai dengan cepat dan mudah sejauh ini. Sejauh ini …ya, sudah ada kira-kira 2 bulan aku dan suami mengurus menyerahkan segala permohonan pembuatan KTP di daerah Lorong Jaya, Mabar, Medan. Yang semua prosesnya sungguh-sungguh membuat hati kesal, sakit hati, makan ati, dan membutuhkan kesabaran ekstra.

Ceritanya begini, awalnya kami memang blum akan pasti untuk tinggal di medan, oleh karna itulah belum mengurus segala surat pindah. Setelah tinggal di medan, kami mendatangi lurah setempat untuk mengajukan permohonan pembuatan KTP. Lurah tersebut bilang syaratnya harus ada surat nikah, surat pindah dari kepala desa, dari catatan sipil dan dari camat. Dan tebak harganya berapa, sodara-sodara setanah air …? Rp. 400.000 dan memakan waktu selama 6 bulan katanya….whattttsss..What tthe hell….. Bayangin, betapa berbelit-belitnya untuk mengurus surat pindah doang. Dari sini aku sudah wanti-wanti kedepannya bakal akan lebih sangat membuat hati panas……dan emang betul juga.

Setelah semua surat sudah ada di tangan (semua surat pindah itu mesti dikirim dari sidimpuan dan tarutung dimana asal kami sebelumnya), kami pun mendatangi kepling (ketua lingkungan ato kepala lingkungan..whatever lah), dan menyerahkan semua persyaratan. Kali ini kami minta bantuan kenalan yang kerja di polisi militer,sampai sekarang kami sudah memberikan uang Rp. 300.000 untuk itu dan akan ditambah lagi Rp.100.000 nantinya. OMG…tidak beda dengan uang utnuk menurus KTP dengan istilah ‘nembak’ :(. Dan hei…belum pasti kapan KTP dan KK nya keluar. Read the rest of this entry »