gabemahita

Nano-nano masa kehamilan pertamaku

Posted on: October 27, 2011


Sebenarnya aku berniat menulis topik ini 2 bulan yg lalu, dikala semua ini terjadi. Tapi tidak mengapa la ya, yang penting ceritanya tidak hilang hehehe. Anggap saja ini 2 bulan yang lalu ya.😉

Sejak nikah  rasanya malas update blog. Apalagi saat ini aku sudah mengalami suatu mujizat indah yang dianugrahkan buat kaum hawa..ya, hamil, aku hamil. Sudah hampir 3 bulan kehamilanku🙂.

Pertama kali aku tahu aku hamil, perasaan campur aduk.  Syok, haru, sedih, bingung memenuhi hari-hariku. Kenapa tidak,jujur aku dan suami berencana mengatur kehamilan kalau sudah 3 bulan pernikahan, ya bukan karna tidak beralasan, dan tentu saja bukan karena aku tidak mau. Rasa kesal di bulan-bulan pertama dan kedua makin menjadi, karena aku mengalami morning sickness.

Mual muntah, menjadi tamu tiap hariku, setia mengunjungiku setiap hari. kalau sudah mual, aku akan berusaha melawannya supaya gak muntah. tapi seharian melawan mual tidak mungkin aku sanggup, karena capek dan letih dan keinginan untuk bebas. ya..bebas, bebas dari penderitaan melawan mual dan ingin mengeluarkan semua kotorannya. Akhirnya muntah tidak terrelakkan lagi. Muntah yang kadang ada campuran darahnya,  mungkin karna tenggorokan sudah luka😦 . Kalau sudah muntah, badanku akan terasa bener2 tidak bertenaga, pasrah untuk pingsan. tapi syukurlah, aku tidak pernah mengalaminya. Perut dan tenggorokan perih, hingga makan pun jadi malas akibat perih itu. Tapi kalau tidak makan, apa yang akan menjadi sumber tenaga ku? juga bukan hanya aku, tapi demi pertumbuhan janinku. Makan sedikit-dikit, sesekali diam, kemudian kunyah lagi, oh..rasanya tersiksa😦.

Air liur yang berlebih. air liurku pahit, bukan hanya itu, yang lebih bikin jengkel air liurku berlebih. Tiap saat ingin meludah, karena serasa di mulut penuh dengan air.😦. Ke kantor aku ga lupa bawa kantongan plastik khusus tempat ku meludah. Bayangin, betapa tidak nyamannya kerja sambil meludah. Bau air ludah sendiri yang kecium setelah sudah lumayan banyak di kantongan, membuatku jijik, ditambah lagi perasaan ga enak sama temen2 kantor yg semuanya cowok. Akan lebih baik jika aku sudah kenal lama sama mereka, tapi aku baru 2 bulan-an bergabung dengan mereka. what a shame…huh..Di rumah aku punya tempayan untuk air liurku, dan yang lebih membuat tidak nyaman adalah ketika ingin tidur, beristirahat dari semua kecapean, aku harus meludah juga. Ingin rasanya menelan air liur itu, tapi aku merasa risih dan jijik. Terpaksa, aku harus selalu mengangkat kepalaku ke arah tempayan itu untuk meludah, dan frekuensinya sama dengan yang terjadi dari pagi.😦. klo begini, bagaimana bisa istirahat.

Badan lemes, kadang pusing, perut perih karena muntah dan kurang kenyang, bagaimana bisa tidur tenang? hanya berharap kantuk dan kecapean lebih kuat, sehingga bisa bener2 tidur, dan melupakan air liur itu. Tidak hanya sampai di itu saja, aku juga sering terbangun dari tidurku karena laper…terpaksa makan sdikit, satu dua sendok nasi saja, tidur lagi. bisakah kamu membayangkannya?

Tiap hari begitulah yang aku lalui, berjuang untuk bertahan dan kuat demi diriku, bayiku, pekerjaanku. Tiap makan yang hanya beberapa suap, serasa perut sudah bener2 penuh. Kamu pernah kan merasa kenyang sekenyang-kenyangnya? dan itu tidak nyaman. Begitulah aku, dengan hanya makan beberapa suap itu. Padahal, semalaman perut perih karena kosong, belum lagi khawatir akan penyakit maag kambuh. Tiap hari aku minta dibeliin makanan yang aku suka, sambil ngebayangin bisa makan banyak seperti sebelum aku hamil, menikmati hidangan lezat. tapi, apa yang bisa aku perbuat, cuma makan beberapa suapnya. Sungguh sakit hati ini…😦 *lebay…ya emang bener kok, rasanya kecewa.

Tapi itu semua bisa aku lalui tidak lepas dari perhatian dan bantuan dari suamiku. Dia selalu sabar merawatku, mengurut pundakku ketika muntah, memberi minum hangat, kalau muntah di kamar ato di lantai ruang depan, bahkan dia yang bersihin muntahku. tiap kali aku mau ini mau itu, dia pergi mencarinya buatku.

Tiap hari dia akan selalu bangun lebih dulu karena dia mesti memasak, buatku , juga bekal ke kantor. Bikinin teh manis sebelum aku makan, karena perutku sudah kosong semalaman. Tidak lupa kupasin buah dan membungkusnya buat aku bawa ke kantor. Dia yang bersihin rumah, cuci baju, setrika baju, kadang pun aku malas dan merasa tidak bertenaga mengambil sendiri makanku, aku memintanya mengambilkannya. Belanja segala sesuatu untuk dimasak pun dia. Kadang aku jadi merasa malu, di depan dia juga tetangga. Aku membiarkan dia berbuat semua itu, membuat dia tidak punya harga diri.Tapi dia tidak berfikir seperti itu.dia ikhlas.

Begitulah hari-hariku, nano nano pregnancy, ternyata hamil tidak seenak saat ‘melakukannya’ hihihihi.

16 Responses to "Nano-nano masa kehamilan pertamaku"

betul sekali ,,pengalamannya sama dengankuu..

Bener banget,,
Ak dlu juga gtu,,
Tp ak skrang mau hamil lg,,
Meskipun kadang qta mengeluh tapi kebahagiaan yang qta rasa jauh lbh besar,,

betul,bun. Bravo untuk mamas..🙂.

betul,mba. Aku jg pengen hamil lagi, umur udah tua. cuma mash blom siap, krn keinget pas lahiran dulu😦

sma dg pengalaman q sampe aanak ke 3 yg akhirnya keguguran jga gtu meludah trus,,,

wah..yang tabah ya,mom. anak itu rejeki juga. semangat !

sama. aku sekarang hamil dan mngalami apa yang mbak alami. suamiku juga yang mengurus rumah, cuci2, masak, dan nggantiin smua pekerjaanku sbg IRT. Jadi merasa bersalah…tapi aku cm bsa bedrest aja sampai skrg,..huff

hai,ana. dukungan keluarga apalagi suami memang sangat berarti. smoga sehat2 smpai lahiran ya.

bun.. aku search google dan nemu blog bunda. kejadian bunda sama sama yg aku alemin skr. ini kehamilan ke 2 ku sih tapi beda sama yg pertama. yg kedua ini bikin mls ngobrol sama org, mlm kmn2 karna ya itu dia aku hrs bawa2 botol buat buang air liur. dan itu ga brenti sepanjang hari hnya saat tidur ajaa yg brnti. sampe brp bun ngaleminnya? trus dlu ngatesinnya gmn😦

hao, rani..smoga sehat2 saja ya. dulu masukin buln ke 4 udah baikan, sabar saja. klo makanan jelas tdk bisa masuk. biasanya untuk mngurangi mual minum air ramuan jahe (searching aja banyak kok), emmut jahe, salak yg asem2 lah. smoga kuat ya..

Sama percis Mba dgn keadaan ku…. Mirip sekali

semangat ya..pasti bisa😀

Ini kehamilan kedua ku, tapi rasanya yg ini lebih parah dari yang pertama.. pengalaman mba handa hampir sama dengan aku.. seringnya aku nangis krn ngerasa ga kuat, tp harus tetap dijalanin.. semoga semua ini bisa segera terlewati..

semangat,mba adhe… hamil kedua aku malah jauh lbh enak jalaninnya, tidak ada mual..tp pas lahiran plasenta ga lahir hiks..trpaksa kuret..yg sakitnya smpe ke langit ketujuh..😦

Hai bunda ,, Alhamdulillah sekarang jamannya sudah cangging ,, jadi dengan blog bunda dan search artikel lainnya saya merasa lega ternyata banjir air liur saat hamil itu wajar ,, saya lagi hamil anak pertama usia kandungan sudah 3bln mau 4bln ,, mudah2n banjir air liurnya cepat ilang ,, biar kamar tidur ga bau iler 😂😂😂😂 malu sama suami ,, semangat ibu hamil 💪😊😊

Betul, karena ada internet kita bisa lebih banyak informasi ya,mom. Happy for u, tenang saja entar lagi banjir air liur udah brenti kok, jadi balas dendam untuk banyak makan haha. sehat terus ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: